Tips Membangun Rumahku Surgaku

Baiti Jannati, Rumahku Surgaku

Membangun rumahku surgaku adalah sebuah usaha yang tidak mudah. Rumah merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia, yang memiliki banyak fungsi bagi keberlangsungan sebuah keluarga. Fungsi rumah sebagai pemersatu keluarga, pembentukan karakter setiap anggotanya, tempat bernaung dan berlindung dari segala cuaca, serta merupakan aset yang dapat menentukan martabat pemiliknya.

Rumah dengan banyak fungsi tersebut dapat terpenuhi jika kondisi fisik rumah jauh dari kategori tempat yang tidak layak huni. Bagaimana agar sebuah rumah dikatakan sebagai rumah yang layak huni sekaligus surga kecil bagi penghuninya? Simak kiat membangun rumahku surgaku, ya.

Baca juga : 5 Kegiatan Seru Saat di Rumah Aja

Rumah adalah bangunan gedung yang berfungsi sebagai tempat tinggal yang layak huni, sarana pembinaan keluarga, cerminan harkat dan martabat penghuninya, serta aset bagi pemiliknya. Setidaknya ini adalah definisi rumah menurut Undang-undang Republik Indonesia No. 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Kriteria Rumahku Surgaku

Bagaimana kriterianya, sebuah rumah dikatakan layak huni? Paling sedikit, ada tiga syarat rumah berfungsi sebagai tempat tinggal yang layak huni. Tidak harus mewah dan berbahan baku mahal, tapi harus memperhatikan aspek keselamatan (kekuatan bangunan), kesehatan, dan kecukupan ruang gerak.

a. Aspek keselamatan dan kekuatan bangunan

Hal ini bisa diartikan bahwa secara fisik rumah harus kuat, ada struktur bangunan seperti pondasi, sloof, kolom, dan sebagainya yang menjamin keselamatan penghuninya. Tidak mudah roboh jika ada angin kencang dan hujan lebat. Selain itu, atap lantai dan dindingnya (Aladin) harus layak, seperti atap tidak terbuat dari rumbia dan asbes, tapi dari genting. Lantai tidak berupa tanah, minimal dibuatkan plester. Dinding minimal terbuat dari susunan bata setinggi satu meter, selebihnya boleh dari papan kayu, calsiboard dan semacamnya.

b. Aspek kesehatan rumah

Untuk memenuhi aspek kesehatan harus diperhatikan masalah pencahayaan. Hal ini bisa disiasati dengan beberapa genting kaca di bagian atapnya,  ventilasi berupa jendela, lubang angin atau roster, dan sanitasi. Sanitasi meliputi tersedianya air bersih, kamar mandi, jamban keluarga atau WC dan tempat cuci yang jelas saluran pembuangan air kotor atau limbahnya. Akan lebih sehat lagi jika sebuah rumah dilengkapi dengan tempat pengelolaan sampah, meskipun sederhana.

Baca juga : Cara Tidur Yang Benar

c. Kecukupan ruang gerak

Ini merupakan aspek yang tidak kalah penting. Idealnya, satu orang harus mempunyai hak atas ruang sembilan meter persegi. Jadi, jika sebuah keluarga memiliki dua anak maka rumah yang dibangun luas minimalnya harus tiga puluh enam meter persegi. Inilah rumah layak huni yang ideal secara fisik bangunannya.

Rumahku surgaku

Menciptakan Rumahku Surgaku

Fungsi rumah sebagai pemersatu keluarga dan pembentukan karakter, rumah ideal secara non fisik, dapat dilihat dari keharmonisan hubungan setiap anggota keluarganya. Bagaimana hubungan ayah dan ibu, hubungan orangtua dan anak-anak, maupun anak satu dengan lainnya. Hubungan tersebut harus didasari dengan cinta kasih, saling menghormati dan pengertian antar penghuninya.

Keharmonisan hubungan ayah dan ibu merupakan cerminan dan contoh langsung yang dapat menjadi teladan, dan membawa ketenangan serta kedamaian dalam keluarga. Ibaratnya ada surga kecil di dalam rumah kita.

Banyak keluarga dengan rumah mewah tapi penuh pertengkaran antara ayah ibunya setiap hari, anak-anak dipaksa menyaksikan pemandangan dan contoh yang tidak baik, sehingga tidak merasakan adanya kenyamanan tinggal di rumah. Lalu apa yang terjadi? Masing-masing mencari pelarian dan solusi sesaat yang pada akhirnya justru menjerumuskan dan menyesatkan, seperti narkoba, pergaulan malam atau dugem, dan sebagainya. Rumah tangga yang seperti ini bagaikan neraka dunia.

Nah, kiranya sudah jelas bagaimana tips membangun rumahku surgaku, baik secara fisik dan non fisik. Semoga bermanfaat dalam menciptakan surga-surga kecil di rumah kita masing-masing.

6 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *