Evaluasi Pendidikan Daring, Siapa yang Diuntungkan, Guru ataukah Orang Tua?

Pendidikan Daring

Apa itu pendidikan daring? Sahabat semua paham bukan, apa arti pendidikan daring. Bagaimana yang belum tahu? Tapi sudah merasakan bagaimana rasanya pendidikan melalui daring itu. Susah atau senang sih dengan pendidikan daring? Bagi sahabat, orang tua, dan guru pada awalnya tentu sangat senang, karena dianggap libur dan tak perlu ke sekolah.

Sejak ditetapkannya covid 19 sebagai wabah dan memasuki new normal, masyarakat Indonesia kini mulai menjalani aktivitas sehari-harinya seperti biasa. Guna menjaga keselamatan dan kesehatan para siswa, mahasiswa, dan guru atau dosen, sejumlah sekolah juga universitas menerapkan sistem online (virtual) tanpa tatap muka langsung. Sistem ini juga dikenal dengan pembelajaran daring.

Daring jika dilihat dari KBBI Kemendikbud adalah akronim dalam jaringan, terhubung melalui jejaring komputer, internet, dan sebagainya. Segala bentuk kegiatan belajar-mengajar, materi pelajaran, komunikasi, dan tes juga dilaksanakan secara online.

Evaluasi Pendidikan Daring

Dari sudut pandang orang tua, pendidikan daring dianggap menyulitkan dan menyudutkan mereka terutama untuk pendidikan dasar, yaitu usia Taman Kanak-Kanak sampai Sekolah Menengah Pertama. Anak-anak yang biasanya bersekolah, harus di rumah dan belajar bersama orang tua. Masalah baru timbul, terhadap anak-anak yang berdomisili di perkampungan.

Masalah yang sangat kompleks sejak dari kemampuan orang tua dalam kepemilikan handphone, signal susah, penambahan pengeluaran untuk pulsa dan kemampuan,  serta kesabaran mendampingi belajar anak-anaknya. Mereka berpendapat, bahwa tugas guru menjadi sangat ringan, bahkan tidak ada, karena tidak mengajar, sementara gajinya tetap penuh. Tugas mengajar menjadi beban bagi orang tua, sementara mereka belum tentu mempunyai kemampuan. Akhirnya orang tua sewot, sementara anak-anak tidak mau belajar sehingga ketinggalan dalam progres belajarnya.

Siapa yang lebih Diuntungkan?

Benarkah guru enak sebagaimana dipikirkan orang tua siswa? Tentu saja tidak, karena guru tetap bekerja seperti biasa, meski tidak ke sekolah. Guru dituntut membuat bahan ajar baru dengan media online, mengupload materi, soal-soal serta mendownload tugas semua siswa. Banyak cerita dari bapak atau ibu guru, bahwa handphonenya mati, menjadi lambat,  karena memori penuh.

Jika ada pilihan, mereka lebih memilih untuk proses belajar mengajar seperti biasa. Bukan hanya ilmu dan nilai yang dicari, namun ilmu kehidupan, tata krama, sopan santun sangat perlu ditanamkan bagi siswa sejak dini. Demikian juga kebersamaan, kerukunan, soliditas tim,  hormat menghormati dan masih banyak nilai-nilai kehidupan lain yang perlu ditumbuhkan.

Bagimana Memperbaiki ?

Semua program baru, pasti akan memberikan dampak, baik positif maupun negatif. Dampak positif pendidikan daring antara lain: anak-anak menjadi lebih banyak di rumah, sehingga lebih terjamin keamanan dan kesehatannya di masa pandemi, kebutuhan uang saku berkurang, serta pengawasan orang tua lebih intensif.

Sedangkan dampak negatifnya antara lain, handphone berikut paket data baik pulsa maupun wifi menjadi kebutuhan utama, orang tua stress karena tidak mempunyai kemampuan untuk mengajari anaknya, pola belajar terhambat karena lokasi tidak ada signal, terutama di pelosok, pemakaian handpone tidak terkontrol, anak-anak cenderung egois, sibuk dengan dirinya sendiri.

Dengan pertimbangan dampak yang timbul, perlu dikaji ulang kebijakan pendidikan daring. Pemberlakuan sistem daring khusus untuk daerah-daerah dengan zonasi berbahaya, sebagaimana ditetapkan oleh satgas covid,  dan pendidikan normal dengan tatap muka untuk daerah aman yang pergerakan masyarakatnya tidak tinggi, terutama di pelosok dan perkampungan

Demikian pemaparan tentang evaluasi daring yang bisa dibagikan bagi sahabat, semoga bermanfaat. Tetap semangat belajar.

Penulis tinggal di Kulon Progo, D I Yogyakarta. Bekerja di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *