Resume Buku Petualangan Si Gun 2

Buku Petualangan Si Gun 2

Judul Buku : Petualangan Si Gun 2

Pengarang : Mas Harto

Tahun Terbit : April 2003

Penerbit : Gema Insani

Segmentasi : Anak

Tema : Fiksi (Novel)

Tebal : 107 halaman

ISBN : 979-561-799-0

Sambungan Cerita dari Si Gun 1

Dalam Petualangan Si Gun 1, diceritakan bahwa Gun, mencuri patung kuda milik Tono, anak sahabat orang tuanya. Kelakuan tidak terpuji tersebut, ketahuan oleh kedua orang tuanya. Si Gun harus mengembalikan patung kuda tersebut ke Kaliwiru, Jepara, diantar Bik Iyem, pembantunya. Perjalanan dari rumah Gun, ditempuh dengan kendaraan umum, melalui Terminal Turboyo, Semarang.

Hati Gun gundah memikirkan hukuman apa yang akan diterima, saat tiba di rumah Tono. Hingga tanpa terasa, gandengan tangan Bik Iyem terlepas. Gun bingung, dalam keramaian terminal yang begitu gaduh. Pandangannya terhalang oleh lalu lalang orang dan kendaraan yang keluar masuk terminal. Hingga akhirnya, ketika Gun memandang bus-bus yang lewat, dia mengenali sosok bocah yang bergelantungan di bus tersebut.

Dindon, begitu teriak Gun kegirangan karena menemukan teman yang dikenalnya. Ternyata Dindon sudah terbiasa di Terminal Turboyo, karena dia mengamen bersama kedua temannya. Gun kemudian menceritakan bahwa dia disuruh ibunya untuk ke Jepara mengembalikan patung kuda yang telah dicurinya.

Dindon berkata, “Gun, kamu mau bunuh diri mengembalikan barang yang telah kau curi? Mengaku sebagai pencuri, pasti akan dipukuli orang-orang seperti yang biasa terjadi.”

Baca juga : Resume Novel “Sebelas Patriot”

Petualangan Baru Si Gun

Gun bimbang, hatinya takut dan dia memutuskan untuk membatalkan kepergiannya ke Kaliwiru, memilih bergabung dengan Dindon, menjadi pengamen jalanan. Dia takut pulang, karena tidak mengindahkan perintah ibunya.

Kehidupan baru dirasakan Si Gun, hidup bebas di luar tanpa ada rumah untuk tinggal, apalagi bantal, kasur. Untuk kebutuhan pribadi saja dilakukan di di sungai. Sungguh membuat Gun bersedih, ingat kedua orang tuanya. Menjadi pengamen jalanan, kehidupan yang sangat keras dan penuh persaingan. Tidak jarang Gun dan Dindon, dimusuhi oleh pengamen lain karena dianggap saingan. Kadang makan sering juga tidak, karena tak mendapat uang, sehingga Gun terpaksa mencuri jagung untuk dibakar.

Titik Balik Gun dalam Petualangan Si Gun 2

Masyarakat sekitar curiga, dan meningkatkan kewaspadaannya, hingga suatu malam, saat hujan deras, Dindon dan Gun nekat mencuri jagung dan sarung untuk pengganti baju yang basah. Nasib naas menimpa Si Gun, dia terjatuh dan akhirnya tertangkap. Gun dikeroyok massa tanpa ada yang menolongnya, hingga akhirnya Pak Kaum, si pemilik jagung datang dan melerainya, menyelamatkan Gun meski wajah dan tubuhya sudah babak belur.

Gun diajak pulang Pak Kaum, yang hanya tinggal berdua bersama Putri, anak angkatnya. Putri, sebaya Gun, sangat rajin dan sholehah. Akhirnya mereka menjadi sahabat, dan Gun pun diangkat anak oleh Pak Kaum. Gun mulai berubah menjadi rajin, dan bersekolah bersama Putri. Pelan-pelan, Pak Kaum mengajari Gun untuk berubah, dari sifatnya yang nakal, suka mencuri dan melawan orang tua. Gun diajari caranya sholat 5 waktu dan bertaubat. Pak Kaum suka menyanyikan Lagu Lir Ilir.

Belajar lewat lagu

Lagu Lir Ilir mengandung makna kesadaram manusia terhadap hakikat kehidupannya. Lagunya begini ,

“Lir ilir, lir ilir, tandure wis sumilir, Tak ijo royo-royo tak sangguh temanten anyar. Cah angon, cah angon, penekno blimbing kui, Lunyu-lunyu peneken kanggo mbasuh dodot iro, Dodot iro, dodot iro, kumitir bedah ing pinggir, dondomono, julumatono kanggo sebo mengko sore, mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane. Sun Surako, surak hiya”.

Pak Kaum menjelaskan arti lagu tersebut dengan jelas. Cah angon adalah perumpamaan manusia, yang harus bertanggung jawab terhadap kehidupannya, apa saja yang dikerjakannya sepanjang hidupnya. Belimbing mempunya segi lima, yang diartikan sebagai orang Islam, memenuhi rukun Islam. Lagu ini menyerukan umat, untuk menjalankan kewajiban rukun Islam, meskipun berat tetapi merupakan sarana untuk kesempurnaan hidupnya. Manusia apabila ingin memperbaiki citranya, haruslah memperbaiki diri untuk bekal kelak jika menghadap Sang Pencipta.

Tiba-tiba, air mata Gun mengalir deras, dia ingat akan semua kelakuannya di masa lalu. Dia sangat takut dan bertanya pada Pak Kaum, apa yang harus saya lakukan untuk terhindar dari neraka. Dengan tenang, pak Kaum menjawab, “Bertaubatlah Gun, dengan sungguh-sungguh, dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, serta taatlah dalam ibadahmu.”

Baca juga : Resume Buku “Bunda Ajarkan Aku Puasa”

Pertaubatan Si Gun

Sejak saat itu, Gun mulai berubah. Dia belajar tentang ilmu agama dan bersekolah lagi bersama Putri. Hingga suatu hari, sepulang dari sekolah, ada sebuah mobil di depan rumah Pak Kaum. Gun terhenyak dan berbinar bahagia, melihat mobil itu. Berlarilah Gun, sambil berteriak, “Ayah, Ibu”. Seizin Allah, Gun dipertemukan kembali dengan orang tuanya, setelah melalui jalan panjang penuh petualangan.

Kisah Petualangan Si Gun 2 ini ditulis dengan gaya bahasa sederhana, dan mudah dipahami anak-anak. Masa anak-anak yang masih berbuat seenaknya, tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya. Sangat bagus untuk dibaca anak-anak, agar terinpirasi dan bisa mengambil hikmah di balik cerita si Gun.

Dtuliskan kembali oleh : Kirmi

Penulis tinggal di Kulon Progo, D I Yogyakarta. Bekerja di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *