Resume Buku Tomo

Judul Buku : TOMO
Pengarang : Sari Okano
Tahun Terbit: Juli 2019
Penerbit : Yayasan Ayo Membaca Indonesia
Segmentasi pembaca : Ibu (orang tua)
Tema : Non Fiksi
ISBN. : 978-602-51905-1-3

Buku berujudul Tomo menceritakan perjalanan seorang anak berkebutuhan khusus bernama Tomo. Membaca buku Tomo bagaikan membaca catatan seorang ibu tentang anaknya. Dari kisah ini membuktikan bahwa ayah dan bunda adalah pendidik terbaik buat anak-anaknya.

Tomo Batita

Tomo merupakan anak kedua dari dua bersaudara yang dilahirkan oleh Ibu Sari Okano di Kota Ushiku Provinsi Ibaraki Jepang pada tanggal 9 Mei 1999. Ibunya asli Indonesia dan menetap di Jepang setelah menikah dengan Takao Okano, seorang mualaf yang merupakan insinyur mesin yang memiliki perusahaan di bidang renewable energy.

Setiap bayi yang dilahirkan wajib diperiksa secara rutin dan berkala. Pemerintah Jepang sangat teliti mengawasi kesehatan bayi dan ibunya agar generasi masa depan sehat, baik lahir maupun batin.

Tomo mendapatkan pemeriksaan awal dimulai satu bulan setelah sang bayi lahir di rumah sakit tempat Tomo dilahirkan. Alhamdulillah di setiap pemeriksaan, kondisi Tomo selalu dikatakan sehat. Tidak ada gangguan kesehatan dan kelainan apapun hingga umur 11 bulan.

Mulai Terdeteksi Adanya Gangguan

Pada usia satu tahun, pemeriksaan Tomo dipindahkan ke Community Health Center. Dalam pengetesan tersebut, para petugas bekerja sangat seksama dan teliti. Jadi bukan hanya tes pertanyaan untuk orang tuanya saja, namun juga tes praktik langsung kepada anak sebagai bagian dari intervensi dini.

Pada usia dua tahun, ada kebiasaan lain yaitu jika Tomo marah, ia mulai membenturkan kepalanya ke tembok. Tomo lebih asyik bermain sendiri dan tidak ingin kenal dengan teman sebayanya.

Pada usia tiga tahun, Tomo belum bisa berkomunikasi dengan baik. Ia akan berteriak keras dan berputar sekencang-kencangnya bila ibunya belum mengerti apa yang dia inginkan. Kepalanya terbentur tembok dan darahpun mengucur deras dari pelipisnya. Ibunya membawa ke rumah sakit. Dari situ Tomo mulai mengerti dampak dari perbuatannya sendiri.

Tomo Balita

Pada usia lima tahun, Tomo sudah memasuki sekolah Taman Kanak-Kanak untuk anak berkebutuhan khusus. Tomo belum bisa membuat suatu kalimat pernyataan, hanya dapat mengucapkan satu kata yang diulang-ulang.

Pada usia enam tahun, oleh ibunya, Tomo dimasukkan organisasi olahraga yang pendirinya adalah para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Tomo yang semakin aktif dalam berbagai kegiatan di luar sekolah, telah menjadikannya kaya akan ilmu pengetahuan dari berbagai bidang.

Pada usia tujuh tahun, Tomo dimasukkan ke Sekolah Dasar umum supaya banyak melihat dan mempraktikkan bermain dan belajar seperti anak pada umumnya. Pada saat kelas tiga, Tomo sudah bisa membuat kalimat lengkap yaitu “saya belajar di sekolah.”

Baca juga : Resume Buku “Jangan Buang Ibu Nak…”

Masa Kerja

Setelah menyelesaikan SMP dan SMA, kini Tomo memasuki dunia kerja. Tomo bekerja di bagian pertanian sayuran, sebagai petani.

Semakin hari Tomo tumbuh menjadi anak yang mandiri. Semenjak kelas tiga SD hingga saat memasuki dunia kerja, Tomo selalu menulis catatan harian dengan tertib. Catatan harian inilah yang kemudian menjadi bahan penyusunan buku Tomo.

 

  • Ditulis kembali oleh Emi Suprihatini, ibu dari dua anak yang akrab dipanggil Emi. Lahir di Kudus, 14 Maret 1976. Menyelesaikan pendidikan dasar dari SD hingga SMA di Kudus dan kuliah di Fakultas Pertanian Univeritas Sebelas Maret Surakarta. Menetap di Purwodadi, Grobogan tahun 2000 sejak lulus kuliah dan menikah. Saat ini bekerja sebagai penyuluh pertanian di Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan dan aktif sebagai tim medsos di tempat bekerja.

 

Bekerja di Dinas Pertanian..Tinggal di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *