[Cerpen] Sepatu Alta
Tagged Tags:

Krek…krek… gubrak!
“Aduh…sakit…”

Alta meringis, mengelus tangannya yang sakit akibat terjatuh. Ia segera bangkit dan berlari menuruni bukit sambil mengganggu biri-biri yang asik merumput. Tidak sekali dua kali Alta terjatuh akibat bertabrakan dengan biri-biri. Namun, ia segera bangkit dan berlari. Tawanya menggema di lembah hijau.

Alta seorang peri yang ceria dan menyenangkan, tapi suka iseng. Tidak jarang teman-temannya menjadi korban kejahilan. Sehari-hari, Alta ditugaskan kepala desa menjaga biri-biri. Disaat menunggu biri-biri makan di lembah, Alta memainkan suling, memanjat pohon atau merencanakan keisengan untuk peri lainnya.

Suatu hari, desa Trakatau akan mengadakan festival. Ini acara tahunan yang selalu ditunggu warga desa. Akan ada banyak permainan dan makanan. Festival dibuka dengan lomba lari. Alta semangat sekali untuk mengikuti lomba. Walaupun selalu kalah, Alta selalu mengikuti lomba ini.

Sebenarnya Alta peri yang gesit, ia juga berlatih lari setiap hari. Tapi…kenapa, ya, Alta selalu kalah? Semua karena sepatu Alta sudah usang dan sangat perlu diperbaiki. Alta menggunakan karet gelang untuk membuat sepatunya dapat dipakai lomba. Sehari-hari Alta hanya memakai sandal yang tak kalah usangnya.

Alta sangat ingin mengganti sepatunya, sayang ia tidak punya cukup uang untuk membeli yang baru. Harga sepatu di dunia peri itu sangat mahal, bahan bakunya diambil dari negeri Kelana yang jauh. Namun, Alta tetap ceria di tengah segala kekurangannya.

Hari yang ditunggu akhirnya datang

eluruh peri berkumpul di balai desa untuk mengikuti lomba.
Teeettt…teeeettt… terompet menandakan lomba segera dimulai berbunyi.

“Para peri yang saya cintai, ayo kita mulai lomba lari desa Trakatau. Tahun ini, hadiah pemenang sangat spesial.” Ucap kepala desa.

“Baik, bersiap…1…2…3….” kepala desa melambaikan bendera tanda lomba dimulai.

Para peri mulai berlari. Alta berlari dengan semangat, ia tidak mempedulikan peri lainnya. Tak berapa lama, sepatu Alta terlepas. Segera ia berhenti dan memperbaiki sepatunya. Diikatnya sepatu itu dengan tali, kemudian melanjutkan berlari.

Beberapa kali Alta berlari dan berhenti untuk memperbaiki sepatunya. Tidak terasa Alta semakin mendekati garis finis. Ia semakin bersemangat. Tapi krek…ah… sepatu Alta kembali terbuka, bukan hanya sebelah, tapi keduanya. Alta berhenti dan mengikat kembali sepatunya.

Alta merasa heran, ia tidak melihat satu peri pun di lintasan. Seluruh warga berada di garis finis.
“Ayo Alta kamu bisa!” teriak seorang peri, diikuti oleh banyak suara lainnya, memberikan semangat untuk Alta.

Alta merasa bingung,

sebelum akhirnya ia meneruskan berlari sambil berpikir. Akhirnya Alta melewati garis finis dan semua warga bergembira menyambut kemenangan Alta. Seluruh peri memberi selamat kepada Alta.

“Selamat Alta, kamu adalah pemenang lomba lari tahun ini,” ujar kepala desa sambil memberikan hadiah.
“Te…rima kasih Pak kepala desa,” sahut Alta bingung.

“Terimalah nak, kami menyayangimu. Kamu adalah peri yang rajin dan penolong. Walaupun kadang jahil. Kami sepakat, hadiah tahun ini diberikan kepadamu. Sebenarnya tidak ada satu warga pun yang benar-benar berlari. Mereka membiarkanmu menjadi pemenang. Sekarang, bukalah hadiahmu,” sambung Pak kepala desa.

Baca juga : [Cerpen] Sepatu Baru 

Alta membuka hadiah yang diterimanya. Ternyata isinya sepatu. Alta terharu dengan perhatian seluruh peri. Ia menitikkan air mata. Melihat Alta mengganti sepatunya, seluruh warga bersuka ria.

“Sekarang saatnya berpesta.” Teriak kepala desa. Hore seluruh warga bergembira ria.

Editor : Ruvianty ‘Evie’ Rahadian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *